Tak
terasa, ternyata sudah setahun ada dalam naungan bendera berlambang kepalan
tangan berwarna hijau yang dikelilingi bunga mawar. Iya KAMMI Unnes yang pada
kepengurusan ini dipimpin oleh pemuda dari gedung C yang super gaje dan pelupa
tingkat akut. Specially PH, tapi bukan pengurus harian loch, PH lain lagi,
bukan juga bermaksud menyaingi Pengurus Harian, PH ini Pengurus Humas, dulu
kami bersembilan mendeklarasikan diri sebagai KAMMIDA, KAMMI, Miftah, Iffah,
Ihsan, Ira, Irfan, Devi, Dony, Arif, Aveny, bisa dikatakan akronim dari nama
kami bersembilan, keren kan?
Markas
besar kita di jalan Taman Siswa loch (ya iyalah Unnes kan emang adanya jalan
Taman Siswa), ouwh iya #lupa. Tepatnya di Rumah Makan Mentari (yach ketauan),
tempat kita (red: PH) bertemu pertama kali, menyusun rencana ke depan untuk PH,
KAMMI,Unnes dan Indonesia (lebay dikit). MTK, mata pena, epilog dan progja PH
ke depan akan seperti apa, semangat banget pokoknya, dan semuanya dateng, yang
rencana-rencana tersebut ditulis di white
board itu ditulis oleh abi PH kita mas Po ech mas Dony maksudnya, persis
guru lagi ngajar gitu.
Yang
beberapa saat kemudian, umi Humas, mba Aveny di tempat yang sama berpamitan
kepada kami, KAMMIDA tepatnya untuk
mutasi ke Tegal karena beliau memang sudah bukan mahasiswa lagi, ikhlas
gak ikhlas yo harus ikhlas, awalya mah bilangnya tuker kadi gitu, ech ternyata
moment perpisahan dengan beliau, kehilangan satu partner.
Yang
beberapa waktu kemudian disusul mas Po yang awalnya bilang izin cuti karena
ingin fokus skripsi karena sudah ditunggu gelar Sarjana Pendidikannya oleh
orang tua di rumah. Dan akhirnya pada bulan Oktober 2013 resmi mengundurkan
diri dari KAMMI Unnes.
Inti
dari dua peristiwa di atas, bukan berati mereka tidak mau menunaikan amanah
yang sudah diembankan kepada mereka, justru mereka memang harus menunaikan
amanah utama mereka, mba Aveny yang harus sudah kembali ke rumah, birrul walidain setelah empat tahun
lebih merantau di negeri orang untuk mencari ilmu dan sudah waktunya kembali
kepada orang tua dan mengabdi di daerahnya, roda kehidupan kawan.
Pun
mas Po, beliau masih punya tanggungan Sarjana Pendidikan yang beliau belum bisa
beikan kepada orang yang sudah merawat beliau dari sejak embrio sampai sebesar
ini, orang tua punya hak juga untuk memperoleh kebahagiaan dari kami anaknya,
begitu juga orang tua mas Po, KAMMIDA hanya bisa menyemangatimu lewat do’a,
semoga Alloh melancarkan urusanmu (red; skripsi), mba Aveny yang sekarang
sedang menempuh S2 di PTN Semarang juga, semangat thalabul ‘ilmy umi Humas.
Dan
tibalah hari ini, 20 Januari 2014, kegiatan KAMMI setahun ini dipertanggung
jawabkan di hadapan forum Muskom, juga kepada Alloh SWT. Walaupun visi Kakom
ketika dulu beliau ditetapkan jadi Kakom, Choirul Amin adalah LPJ diterima,
namun tetap saja seperti tahun-tahun sebelumnya, ya ditolak, tapi bukan masalah
besar bagi kami, kalo boleh mengutip dari mas Mahardika yang tadi menyampaikan
bahwa LPJ KAMMI 2013 ditolak, “Di dalam Islam yang terpenting bukan pada hasil
akhirnya, tapi prosesnya”. Dan memang seperti inilah KAMMI, dalam waktu satu
tahun itulah KAMMI berproses, dari anak kecil menjadi dewasa, dari tidak tahu
menjadi tahu, dari cintalah kami belajar dan cinta adalah kekuatan perubahan
yang dahsyat (Anis Matta: 2012)
Mengutip
lagi dari Sigma “. . . . dan masa pun silih berganti, ukhuwah dan amanah
tertunaikan, berpeluh suka dan duka kita jalani semua, semata-mata harapkan
ridho-Nya” inilah hakikat amanah, begitu pula ketika mengabdi di kami, sesuai
dengan kredo KAMMI “ . . . serta atas
dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.” Begitulah KAMMI
bergerak kawan.
Dan malam inipun bersamaan dengan pendemisioneran kakom 2013, PH
pun resmi lengser dan dibubarkan, alhamdulillah dapat berkumpul semua Miftah
yang biasanya sibuk bisa datang dengan kabar baik, dapat amanah baru sebagai
ketum baru KIFS, Iffah Mrs. Care yang always
on buat KAMMI, khususnya PH, Ihsan kalo kata bunda Ippeh (kata bang Ipan)
orang paling nyebelin ini dateng juga, ya iyalah dia yang ngundang kok, Ira,
walaupun sakit tapi tetep dateng loch, Irfan, anggota MIDA terjauh, karena dari
PGSD dateng juga, kalo kata Ira orang paling nyeremin di PH (dikira pohon
beringin kali *ups), Devi, anggota paling imut di antara yang lain dan belum
ada yang ngalahin samapai saat ini juga dateng, dan Arif yang katanya lagi
sibuk ngurus PKL juga dateng, komplit banget dah pokoknya tapi bukan Sidomuncul
loch.
Membahagiakan bisa dipertemukan dengan manusia-manusia hebat
seperti kalian kawan, kalo mengutip bunda Ippeh “Kalian nyebelin semua, tapi
aku gak bisa marah sama kalian MIDA.” Dan inilah sekelumit kisah perjalanan PH
KAMMI Komisariat Unnes dan sekumpulan anak yang sudah tua (kata bang ayip),
kecuali Devi yang masih muda, dan sekarang saatnya kita mencari pengganti kita untuk
melanjutkan estafet kepemimpinan kita dimanapun kita berada, specially KAMMI. Dengan cinta
dipertemukan dan dengan cinta pula kita dipisahkan, dan diikat dengan simpul
yang bernama ukhuwah, and the last, KAMMI, KAMMIDA mencintaimu,
mencintaimu dengan sederhana: dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada (puisi Sapardi Djoko Damono).
Bumi Cinta Alloh, 20 Januari 2014 pukul 23.49 WIB
Bersama mereka orang-orang yang berfikir dan berkehendak merdeka, orang-orang
pemberani, para petarung sejati, penghitung resiko yang cermat, orang-orang
yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam, ilmuwan yang tajam
analisisnya, dan mereka yang bergerak atas dasar cinta kepada-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar