Selasa, 21 Januari 2014

AKU PADAMU, KAMMI....


Tak terasa, ternyata sudah setahun ada dalam naungan bendera berlambang kepalan tangan berwarna hijau yang dikelilingi bunga mawar. Iya KAMMI Unnes yang pada kepengurusan ini dipimpin oleh pemuda dari gedung C yang super gaje dan pelupa tingkat akut. Specially PH, tapi bukan pengurus harian loch, PH lain lagi, bukan juga bermaksud menyaingi Pengurus Harian, PH ini Pengurus Humas, dulu kami bersembilan mendeklarasikan diri sebagai KAMMIDA, KAMMI, Miftah, Iffah, Ihsan, Ira, Irfan, Devi, Dony, Arif, Aveny, bisa dikatakan akronim dari nama kami bersembilan, keren kan?
Markas besar kita di jalan Taman Siswa loch (ya iyalah Unnes kan emang adanya jalan Taman Siswa), ouwh iya #lupa. Tepatnya di Rumah Makan Mentari (yach ketauan), tempat kita (red: PH) bertemu pertama kali, menyusun rencana ke depan untuk PH, KAMMI,Unnes dan Indonesia (lebay dikit). MTK, mata pena, epilog dan progja PH ke depan akan seperti apa, semangat banget pokoknya, dan semuanya dateng, yang rencana-rencana tersebut ditulis di white board itu ditulis oleh abi PH kita mas Po ech mas Dony maksudnya, persis guru lagi ngajar gitu.
Yang beberapa saat kemudian, umi Humas, mba Aveny di tempat yang sama berpamitan kepada kami, KAMMIDA tepatnya untuk  mutasi ke Tegal karena beliau memang sudah bukan mahasiswa lagi, ikhlas gak ikhlas yo harus ikhlas, awalya mah bilangnya tuker kadi gitu, ech ternyata moment perpisahan dengan beliau, kehilangan satu partner.
Yang beberapa waktu kemudian disusul mas Po yang awalnya bilang izin cuti karena ingin fokus skripsi karena sudah ditunggu gelar Sarjana Pendidikannya oleh orang tua di rumah. Dan akhirnya pada bulan Oktober 2013 resmi mengundurkan diri dari KAMMI Unnes.
Inti dari dua peristiwa di atas, bukan berati mereka tidak mau menunaikan amanah yang sudah diembankan kepada mereka, justru mereka memang harus menunaikan amanah utama mereka, mba Aveny yang harus sudah kembali ke rumah, birrul walidain setelah empat tahun lebih merantau di negeri orang untuk mencari ilmu dan sudah waktunya kembali kepada orang tua dan mengabdi di daerahnya, roda kehidupan kawan.
Pun mas Po, beliau masih punya tanggungan Sarjana Pendidikan yang beliau belum bisa beikan kepada orang yang sudah merawat beliau dari sejak embrio sampai sebesar ini, orang tua punya hak juga untuk memperoleh kebahagiaan dari kami anaknya, begitu juga orang tua mas Po, KAMMIDA hanya bisa menyemangatimu lewat do’a, semoga Alloh melancarkan urusanmu (red; skripsi), mba Aveny yang sekarang sedang menempuh S2 di PTN Semarang juga, semangat thalabul ‘ilmy umi Humas.
Dan tibalah hari ini, 20 Januari 2014, kegiatan KAMMI setahun ini dipertanggung jawabkan di hadapan forum Muskom, juga kepada Alloh SWT. Walaupun visi Kakom ketika dulu beliau ditetapkan jadi Kakom, Choirul Amin adalah LPJ diterima, namun tetap saja seperti tahun-tahun sebelumnya, ya ditolak, tapi bukan masalah besar bagi kami, kalo boleh mengutip dari mas Mahardika yang tadi menyampaikan bahwa LPJ KAMMI 2013 ditolak, “Di dalam Islam yang terpenting bukan pada hasil akhirnya, tapi prosesnya”. Dan memang seperti inilah KAMMI, dalam waktu satu tahun itulah KAMMI berproses, dari anak kecil menjadi dewasa, dari tidak tahu menjadi tahu, dari cintalah kami belajar dan cinta adalah kekuatan perubahan yang dahsyat (Anis Matta: 2012)
Mengutip lagi dari Sigma “. . . . dan masa pun silih berganti, ukhuwah dan amanah tertunaikan, berpeluh suka dan duka kita jalani semua, semata-mata harapkan ridho-Nya” inilah hakikat amanah, begitu pula ketika mengabdi di kami, sesuai dengan kredo KAMMI “ . . . serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.” Begitulah KAMMI bergerak kawan.
Dan malam inipun bersamaan dengan pendemisioneran kakom 2013, PH pun resmi lengser dan dibubarkan, alhamdulillah dapat berkumpul semua Miftah yang biasanya sibuk bisa datang dengan kabar baik, dapat amanah baru sebagai ketum baru KIFS, Iffah Mrs. Care yang always on buat KAMMI, khususnya PH, Ihsan kalo kata bunda Ippeh (kata bang Ipan) orang paling nyebelin ini dateng juga, ya iyalah dia yang ngundang kok, Ira, walaupun sakit tapi tetep dateng loch, Irfan, anggota MIDA terjauh, karena dari PGSD dateng juga, kalo kata Ira orang paling nyeremin di PH (dikira pohon beringin kali *ups), Devi, anggota paling imut di antara yang lain dan belum ada yang ngalahin samapai saat ini juga dateng, dan Arif yang katanya lagi sibuk ngurus PKL juga dateng, komplit banget dah pokoknya tapi bukan Sidomuncul loch.
Membahagiakan bisa dipertemukan dengan manusia-manusia hebat seperti kalian kawan, kalo mengutip bunda Ippeh “Kalian nyebelin semua, tapi aku gak bisa marah sama kalian MIDA.” Dan inilah sekelumit kisah perjalanan PH KAMMI Komisariat Unnes dan sekumpulan anak yang sudah tua (kata bang ayip), kecuali Devi yang masih muda, dan sekarang saatnya kita mencari pengganti kita untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kita dimanapun kita berada, specially KAMMI. Dengan cinta dipertemukan dan dengan cinta pula kita dipisahkan, dan diikat dengan simpul yang bernama ukhuwah, and the last, KAMMI, KAMMIDA mencintaimu, mencintaimu dengan sederhana: dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (puisi Sapardi Djoko Damono).
Bumi Cinta Alloh, 20 Januari 2014 pukul 23.49 WIB

Bersama mereka orang-orang yang berfikir dan berkehendak merdeka, orang-orang pemberani, para petarung sejati, penghitung resiko yang cermat, orang-orang yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam, ilmuwan yang tajam analisisnya, dan mereka yang bergerak atas dasar cinta kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar