Sabtu, 29 Maret 2014

DO’AKU UNTUKMU PENCETAK MUSLIM NEGARAWAN


DO’AKU UNTUKMU PENCETAK MUSLIM NEGARAWAN
Berawal dari pesan singkat seseorang kala itu, tentang open house KAMMI di depan KPRI Handayani, pada pesan tersebut, tertera nama Eka, saya kira seorang perempuan, maka ku panggillah orang itu dengan panggilan mba, eh ternyata setelah diberitahu mba Dian yang pada waktu itu satu atap, beliau adalah seorang mas, yang juga kakak angkatan satu fakultasku, yang kemudian jadi Ketua Komisariat di tahun berikutnya, beliau lah Ekapala Suryana. Itu sekelumit perkenalanku dengan KAMMI, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
Mendapat title AB 1 (Anggota Biasa 1) KAMMI, itu berarti sudah melewati gerbang utama untuk menjadi kader KAMMI. Dan masjid Istiqomah Ungaran adalah tempat bersejarah bagiku. Tempat dilantik sebagai AB 1, tapi lupa dulu yang nglantik siapa, heee.
Masih teringat pertama kali jatuh hati dengan KAMMI, hayo tebak gimana? Anda salah, bukan karena Kakomnya, tapi karena jaket dua warna itu yang bertuliskan “Muslim Negarawan”, keren kan? Sekali lagi Muslim Negarawan, dan sampai saat ini  rasa itu masih belum luntur, masih tetap mencintaimu.
Imajinasi seorang anak yang masih lugu, Muslim Negarawan itu selain mengurus politik, Negara dan bangsa mereka juga adalah orang yang ahli ibadah, pinter ngaji, serta arif bijaksana. Dan di kemudian hari akupun menemukan jawabannya, “Kredo Gerakan”, sebaris motivasi yang rutin dibaca sebelum acara KAMMI dimulai. Dan ini alinea Kredo yang paling ku sukai, “Kami adalah ilmuwan yang tajam analisisnya, pemuda yang kritis terhadap kebatilan, politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat, seorang pejuang di siang hari dan rahib di malam hari, pemimpin yang bermoral, teguh pada prinsip dan mampu mentransformasikan masyarakat, guru yang mampu memberikan kepahaman dan teladan, sahabat yang tulus dan penuh kasih sayang, relawan yang mampu memecahkan masalah sosial, warga yang ramah kepada masyarakatnya dan responsif terhadap masalah mereka, manajer yang efektif dan efisien, panglima yang gagah berani dan pintar bersiasat, prajurit yang setia, diplomat yang terampil berdialog, piawai berwacana, luas pergaulannya, percaya diri yang tinggi, semangat yang berkobar tinggi.Kalau boleh menyimpulkan dan teringat kata-kata mba Epha, Muslim Negarawan itu adalah orang yang bisa menjadi apapun dan melakukan apapun untuk masyarakat, bangsa dan Negara dengan dan dimanapun posisinya tanpa harus menjadi pejabat Negara yang memiliki otoritas berdasarkan UU, tapi Muslim Negarawan yang memang memiliki ideology islam yang mengakar, karena sebaik-baik manusia adalah yang bernanfaat untuk orang lain. Semakin mempesona saja sosok ini, dengan jaket merah hitam bertuliskan Muslim Negarawan.
KAMMI Unnes, di bawah bendera ini dalam dua periode kepengurusan aku bernaung di bawahnya, menjadi bagian dari departemen social kemasyarakatan (sosmas) dan departemen humas yang penuh cita, cinta dan cerita. Hemmm, KAMMI, kau yang menyatukan kami dalam ukhuwah yang tak dapat diganti dengan materi apapun di dunia ini, menemukan cinta tanpa topeng kebohongan, tulus tanpa pamrih, dan ikhlas tanpa bayaran.
Bertemu dengan sosok Ekapala yang hobinya taujih panjang, berfikir kritis yang sampai saat ini skripsinya on process, mba Dian Walid mba Kaderisasi dimana-mana, mba Hikmawati yang super romantic full love, mas Teguh yang sok romantis, ketularan mba Ich, mas Dony yang penyayang kata anak PH 2013, mba Epha yang sedaerah, sosok satu angkatan Herlina, yang udah dikader sama mba Ich #eh, Asma yang statusnya kontroversial, Ippeh yang super care, Ihsan yang pinter corel, Arum & Arif Rizal dari gedung ungu, mas Amin yang kocak abis, mas Ipunk yang kadang kalo ngomong Devi gak mudeng beliau ngomong apa saking tingginya bahasanya, bisa diliat dari koleksi bukunya, Irfan & Amoy yang dari Ngaliyan. Banyak kan? Merindukan suasana bersama KAMMI, seperti rindunya mba Ich kepada kami, KAMMI dan Unnes.
Di usianya yang masih di bawah umur ini, KAMMI sudah termasuk organisasi yang hebat, manhaj yang pasti, dan kesolidan kader yang sangat luar biasa menjadi salah satu kuncinya. 16 tahun, KAMMI mengabdi untuk negeri, sebagai organisasi pengkaderan dan pergerakan, yang akan terus bergerak dengan dasar hukum amar ma’ruf nahi munkar.
KAMMI Unnes, dimana aku lahir sebagai Muslim Negarawan, insyaAlloh, secara perekrutan kader untuk mengikuti Dauroh Marhalah 1 (DM 1) dibanding dengan Komsat lain di Semarang, adalah komsat yang paling banyak merekrut, bahkan pernah sampai sekitar 150an pendaftar tiap tahunnya, yang mengikuti suplemen, seperti Madrasah Klasikal (MK) yang pada tahun kemarin memiliki nama baru Madrasah Peradaban (M.Pd) hanya beberapa gelintir saja, bahkan tidak lebih dari 20 orang.
Hanya ada beberapa kader yang memenuhi IJDK (Indeks Jati Diri Kader) AB 1, tiap tahunnya yang mengikuti DM 2 yang berarti sudah memenuhi IJDK tidak sampai 10 orang. Masih belum menemukan factor apa yang menyebabkan ini semua, apakah departemen kaderisasinya? Kadernya? AB 1 nya? AB 2 nya? Atau mungkin AB 3 nya? Atau mungkin ukhuwahnya? Entahlah, masih menjadi misteri sampai saat ini, semoga lekas ditemukan solusinya. Dan menjadi organisasi yang solid dengan kafaah keilmuan yang syumul mutakamil
Next, 29 Maret 1998-29 Maret 2014 #16thKAMMI, barokalloh fi umriki KAMMI ku, tetaplah menjadi tempat lahirnya Muslim Negarawan yang qowiey kata mba Ich, pemimpin yang akan membentuk masyarakat islami di Indonesia. Specially KAMMI Unnes, semoga tahun ini LPJnya diterima, kadernya tambah banyak dan berkualitas. Indonesia menanti kontribusimu sayang, ajak aku ketika kau berjalan di rel kebaikan J.
HAPPY MILAD KAMMI #16thKAMMI, BE STRONG, BE THE REAL MUSLIM NEGARAWAN.


2 komentar:

  1. wow :O
    cukup menginspirasi.
    Sebagai seorang kader dan calon negarawan, mengejewantahkan kredo gerakan dalam setiap nafas kehidupan sehari-hari sudah bisa dikatakan sebagai Muslim Negarawan.
    Semangat menyongsong hari baru KAMMI :)
    di Usia yang menginjak DEWASA ini, semoga mampu mencetak lebih banyak KADER2 Militan yang berintegritas dan berloyalitas tinggi, mengabdi untuk negeri dan ummatnya. aamiin

    BalasHapus
  2. secara sempit kader bisa diartikan orang yang memiliki peran penting dalam pemerintahan atau partai, tetapi secara pribadi kita_Muslim_adalah kader agama (Mari tunaikan kewajiban pada agama). Semoga bermanfaat perjalanan usia ke tujuhbelas dan seterusnya_semoga menciptakan kader yang tajam pemikiran baik lesan maupun pena. jadi pengen gabung.

    BalasHapus